MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (KOMS) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dalam mendorong perluasan akses keuangan serta pengembangan ekonomi lokal.
Melalui sejumlah program strategis, kolaborasi ini difokuskan untuk mengoptimalkan potensi unggulan daerah, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian di Sulawesi Selatan.
Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah Program Pemberdayaan Ekosistem Bisnis UMKM melalui Klasterisasi. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai UMKM dan mendorong hilirisasi produk lokal.
Hingga Maret 2025, program ini telah menyasar 19.526 debitur dengan total penyaluran kredit sebesar Rp681,9 miliar. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima manfaat terbesar dengan porsi 46,10%, menunjukkan tingginya potensi sektor primer di wilayah ini.
Menurut data BPS Sulawesi Selatan, sektor pertanian memang menjadi salah satu penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan kontribusi sebesar 21,72% pada tahun 2024. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan akses pembiayaan bagi petani dan pelaku agribisnis lokal.
Selain itu, OJK juga menggulirkan Program PHINISI (Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) sebagai langkah nyata melindungi UMKM dari jeratan pinjaman informal berbunga tinggi. Bekerja sama dengan lima bank nasional dan daerah, program ini telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp30,53 triliun kepada 951.122 rekening UMKM. Program ini turut mendukung peningkatan inklusi keuangan, yang berdasarkan survei OJK tahun 2023 telah mencapai 76,19% secara nasional, dengan target naik menjadi 90% pada tahun 2026.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM, khususnya yang berada di daerah, memiliki akses ke pembiayaan yang layak dan terjangkau. Dengan begitu, potensi lokal bisa berkembang maksimal dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, OJK akan terus mendorong inovasi layanan keuangan digital yang ramah UMKM, termasuk melalui penguatan ekosistem keuangan syariah dan pembiayaan hijau yang mendukung keberlanjutan.
Melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan PUJK, Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.(#)


Comment