MAKASSAR, DJOURNALIST.com — Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Nursidah Sinrang Sijarra (59), wafat di Madinah pada Sabtu, 26 April 2026 pukul 16.40 waktu Arab Saudi.
Almarhumah yang tergabung dalam Kloter 5 tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit King Fahd Madinah akibat septic shock. Berdasarkan sertifikat kematian resmi dari otoritas kesehatan, kondisi kritis ini dipicu oleh sepsis dan pneumonia, serta diperberat oleh riwayat Diabetes Melitus Tipe 2 yang diderita almarhumah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Ikbal Ismail, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya, ada jemaah kami, Kloter 5 UPG. Baru semalam kami dapat informasi, jemaah tersebut meninggal karena sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah. Ia mengaku pihaknya menerima informasi duka tersebut pada malam hari dan segera mendatangi rumah duka keesokan harinya.
“Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa sangat berduka cita atas kepulangan jemaah. Tadi kami sudah ke rumah duka dan bertemu dengan kedua putranya,” ujar Alim.
Ia menambahkan, duka yang dirasakan keluarga cukup mendalam karena kedua putra almarhumah kini telah menjadi yatim piatu, mengingat ayah mereka juga telah lebih dahulu wafat.
“Kami ikut merasakan duka mendalam. Namun kami juga menyampaikan kepada keluarga bahwa banyak jemaah yang berharap dapat wafat di Tanah Suci. Almarhumah termasuk yang dimuliakan karena wafat di sana,” lanjutnya.
Ketua Kloter 5 UPG, H. Sadli, juga menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya salah satu jemaah dalam rombongannya.
“Kami selaku ketua dan petugas kloter tentu merasa kehilangan atas wafatnya salah satu jemaah kami yang baru beberapa hari tiba di Madinah. Ini merupakan ujian pertama bagi kami, akan tetapi kami ikhlas. Mungkin ini sudah jalan terbaik yang diberikan Allah kepada almarhumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak keluarga yang telah dihubungi juga menyatakan keikhlasan atas kepergian almarhumah.
“Insya Allah seluruh jemaah Kloter 5 UPG akan melaksanakan salat gaib khusus untuk almarhumah. Mohon doa dari semua pihak kepada kami di Kloter 5 UPG, semoga kami bisa memastikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci berjalan tuntas dan lancar, serta kami berikhtiar membawa seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarganya,” tambahnya.
Almarhumah diketahui meninggalkan dua orang putra yang telah beranjak dewasa, yakni Aris sebagai anak pertama dan Budi.
Jenazah almarhumah telah dishalatkan di Raudhah usai salat subuh, dihadiri ratusan ribu jemaah yang turut mendoakan.
Di mata keluarga dan kerabat, almarhumah dikenal sebagai sosok yang sabar dan baik kepada semua orang.
Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah yang berlokasi di Perumahan Minasa Indah, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Pihak Kementerian Haji dan Umrah juga telah menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga.
Keluarga almarhumah menyatakan menerima dengan ikhlas kepergian sang ibu, seraya berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. (**)


Comment