MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Septandi ayah dari Wilyam Tandi Paelingang tidak kuasa menahan tangis. Pasalnya, anaknya meninggal dunia sebagai anggota KPPS diduga karena kelelahan.
“Tanggal 13 Februari dia mengedarkan undangan pemilih. Dua sudah merasa capek jadi tidak sempat ke TPS,”ujar Septandi kepada awak media
dirumah duka di Perumahan Taman Makassar Indah Blok A Nomor 18, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala pada Kamis 15 Februari 2024.
Sehingga pada Rabu 14 Februari atau pada saat pencoblosan, anaknya tidak ke TPS untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota KPPS di TPS 7.
“Pas setelah pencoblosan dia tidak hadir karena drop,”kenangnya.
Awalnya dia dirawat di RS Primaya dan dirujuk ke Akademis. “Dia sesak nafas dan kecapekan. Tidak ada riwayatnya, tidak pernah sakit ini anak, karena hujan-hujanan pergi bagi undangan,”katanya.
“Tadi meninggalnya jam 2 siang. Masuk rumah sakit tanggal 14 Februari, pas Pemilu dan Ketua KPPS nya sakit juga,”sambungnya.
Lanjut Septandi, Wilyam kelahiran tahun 2000 dan tercatat masih kuliah di Stimik Dipanegara.
“Dia masih kuliah, persiapan dia mau ujian terakhir. Kuliahnya di Stimik Dipanegara,”ungkapnya.
Diakui, anaknya yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara terbilang baru sebagai anggota KPPS. Bahkan sudah diingatkan bahwa pekerjaan ini berat.
“Memang saya sudah tanya, kita sudah berikan gizi, seperti susu beruang cuma memang kecapekan bawa undangan sampai malam karena itu undangan tidak ada alamatnya, nanti dicari di RW baru ada,”ucapnya.
Rencananya, jenazah Wilyam akan dibawa ke Kabupaten Tana Toraja.


Comment