Hambaliie Sebut Logistik Pemilu Bermasalah Akibat Human Error dalam Pengiriman

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Masa pencoblosan Pemilu 2024 memang telah selesai. Tetapi akibat logistik bermasalah berdampak pada hasil rekapitulasi penghitungan suara yang belum tuntas di beberapa TPS di Kota Makassar.

Ketua KPU Makassar, Hambaliie tidak membantah bahwa itu terjadi.“Logistik bermasalah? Memang pengiriman ada yang tertukar, dan itu kemudian dianggap kekurangan. Human error dalam pengirimannya,”kata Hambaliie kepada awak media dirumah duka salah seorang anggota KPPS meninggal dunia, Perumahan Taman Makassar Indah Blok A Nomor 18, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala pada Kamis malam 15 Februari 2024.

Diketahui, sejumlah TPS di Kota Makassar, terpantau telat melakukan pemungutan suara Pemilu 2024. Salah satunya di TPS 31, Lorong Mekanis, Jalan Batua Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

KPPS masih mempersiapkan perlengkapan administrasi sembari warga menunggu. KPPS baru menghitung surat suara yang tiba sekitar pukul 08.35 WITA.

“Masih menunggu distribusi logistik. Setelah itu kita hitung dulu surat suaranya baru bisa mulai,” kata salah seorang anggota KPPS di lokasi.

Sementara TPS 25, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, juga telat tiba. Padahal pemilih sudah datang sejak pukul 07.00 Wita sesuai yang tertera di undangan.

Tidak sedikit warga yang juga datang lebih awal. Mereka sengaja tiba lebih dulu agar tidak lama mengantre.

“Sengaja datang cepat supaya cepat selesai,” ujar salah seorang warga bernama Khadijah saat ditemui di lokasi.

TPS lainnya di Makassar juga dilaporkan terlambat membuka pencoblosan di TPS. Di TPS 31, Lorong Mekanis, Jalan Batua Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang misalnya, keterlambatan mencapai 2 jam lamanya.

KPPS masih mempersiapkan perlengkapan administrasi sembari warga menunggu hingga pukul 08.35 Wita. KPPS baru mempersilakan warga untuk melakukan pencoblosan pada pukul 09.02 WITA.

“Masih menunggu distribusi logistik. Setelah itu kita hitung dulu surat suaranya baru bisa mulai,” kata salah seorang anggota KPPS di lokasi.

Begitu pula di TPS 25, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, logistik pemilu juga telat tiba. Padahal pemilih sudah datang sejak pukul 07.00 WITA sesuai yang tertera di undangan.

“Sengaja datang cepat supaya cepat selesai,” ujar salah seorang warga bernama Khadijah saat ditemui di lokasi.

Hal yang sama juga terjadi di TPS 09, Kelurahan Manuruki, Kecamatan Tamalate telat dimulai hingga 5 jam lamanya. Proses pencoblosan molor karena surat suara tertukar.

“Sekitar jam 12 baru dibuka. Ada logistiknya sejak pagi tetapi tertukar, dapil 5 sini, tertukar dengan dapil 1. Nanti datang (surat suara dapil 5) jam 12.00 WITA,” kata Anggota KPPS 09 Manuruki Arhy Asrar saat ditemui awak media di lokasi, Rabu 14 Februari kemarin

Diketahui, dapil 1 Makassar meliputi 3 kecamatan yakni Kecamatan Makassar, Ujung Pandang, dan Rappocini. Sementara dapil 5 meliputi Kecamatan Mariso, Mamajang, dan Tamalate.

Lanjut Hambaliie, kekurangan itu disebabkan dari percetakannya namun dia tidak dapat merinci.

“Iya ada beberapa kurang, dari percetakannya yang kurang memang,”akunya.

Comment