MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Rapat paripurna tentang pengusulan calon Pj Gubernur Sulawesi Selatan periode 2023/2024 menjadi kacau. Selain tidak dihadiri unsur pimpinan rapat ini memutuskan untuk tidak mengajukan calon Pj Gubernur Sulsel.
“Berdasarkan surat mendagri bahwa pengajuan untuk penjabat gubernur Sulsel dicalonkan DPRD yang harus diserahkan pada Rabu 9 Agustus besok. Maka dari itu tidak ada lagi paripurna selanjutnya,”ujar Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari saat mengetuk palu, Selasa malam 8 Agustus 2023.
“DPRD tidak mengajukan nama penjabat gubernur,”sambungnya.
Tanda rapat paripurna menjadi kacau terlihat saat rapat ini tidak qourum yang hanya dihadiri 42 dari jumlah anggota DPRD Sulsel 85 orang. Sehingga diskorsing selama satu jam. Sebelumnya rapat dimulai pukul 20.58 WITA.
Tak hanya itu, empat dari sembilan fraksi tidak hadir. Yaitu Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB.
Sedangkan fraksi lain yakni PDI Perjuangan, NasDem, Golkar, PPP, PAN tetap bertahan.
Rapat kembali dibuka untuk kedua kali nya ekitar pukul 22.47 WITA. Andi Ina yang memimpin rapat menghitung kehadiran anggota fraksi.
Terdiri dari Golkar 12, PDI Perjuangan 8, PPP 5, NasDem 9, dan PAN 6.
Selain itu dua unsur pimpinan yang semula hadir sebelum diskorsing yaitu Ni’matullah dan Muzayyin Arif tiba-tiba menghilang. Sedangkan dua pimpinan lainnya yakni Darmawangsyah Muin dan Syaharuddin Alrif tidak berada dalam ruangan rapat paripurna itu.
“Kenapa tidak ada yang mau rapat. Apa ini, Kami fraksi golkar malah diminta untuk menghitung kehadiran. Sedangkan Bu Ina hanya sendiri. Yang lain di mana?,”tanya Sekretaris Fraksi Golkar Rahman Pina.
Sedangkan Rudy Pieter Goni dari Fraksi PDI Perjuangan dengan ketus mengatakan, kalau begini kondisinya sebaiknya DPRD Sulsel tidak usah mengusulkan.
Sejurus kemudian, sekitar 40 anggota dewan yang ada dalam ruangan itu satu persatu meninggalkan ruangan rapat paripurna yang berada dilantai 3.


Comment