Wisuda SPIDI dan SADIQ Dihadiri Jusuf Kalla dan Pangdam XIV Hasanuddin

Acara wisuda Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muh. Jusuf Kalla, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Totok Imam Santoso, dan Bupati Kabupaten Maros Haidir.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) kembali mewisuda ratusan santrinya. Mereka terdiri dari 106 wisudawan SPIDI dan 14 wisudawan SADIQ.

Pada pelaksanaan wisudawan kali ini sedikit berbeda dari biasanya, sebab sejumlah tokoh terlihat hadir. Antara lain, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muh. Jusuf Kalla, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Totok Imam Santoso, dan Bupati Kabupaten Maros Haidir.

Dalam kesempatan tersebut Muh. Jusuf Kalla mengatakan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mendatangkan ilmu. Sebab, ilmu menjadi fondasi kuat untuk menciptakan teknologi.

Ada yang berbeda dari pelaksanaan wisuda Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ)kali ini.

Wisuda yang berlangsung di Mini Teater Universitas Negeri Makassar (UNM) ini tampak dihadiri oleh sejumlah tokoh.

Momen penuh khidmat ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh nasional yang akrab disapa JK ini tentu menjadi momentum spesial bagi 120 wisudawan, yang terdiri dari 106 wisudawan SPIDI dan 14 wisudawan SADIQ.

Pada acara bertajuk “Smart dan Qur’ani, Dunia Akhirat dalam Genggaman” ini, JK turut hadir memberikan sambutan. Ia mengatakan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mendatangkan ilmu. Di mana ilmu menjadi fondasi kuat untuk menciptakan teknologi.

“Itulah pentingnya berilmu dan berpendidikan. Mudah-mudahan generasi kita akan makin baik ke depan. Karena, ilmu dan semangat tidak ada apa-apanya tanpa kerja keras,” ungkap JK, Sabtu (3/6/2023).

Jika melihat sejarah, kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, perempuan berperan besar dalam kemajuan suatu bangsa. Namun, dalam hal tersebut perempuan itu haruslah memiliki ilmu. JK mencontohkan sosok Siti Khadijah.

Ia melanjutkan, pelajar dengan status santriwati memiliki kelebihan yaitu bisa mendapatkan pendidikan umum dan agama sekaligus. Menurutnya, hal itu bisa menggabungkan dua tujuan yaitu dunia dan akhirat.

“Ada ungkapan seperti ini, tanpa ilmu, akan gelap. Tapi tanpa agama, dunia akan mati. Sehingga, dua hal itu jika digabung maka akan terang dan hidup,” kata JK.

Dewan Pembina SPIDI, Muzayyin Arif mengungkapkan harapannya bagi para wisudawan. Menurutnya, generasi muda saat ini harus turut berkontribusi dalam kemajuan negara Indonesia. Terutama dalam mendorong pendidikan berbasis agama.

“Jika kita cinta pada negara, mari sama-sama kita tunjukkan dan buktikan kontribusi kita. Mendorong pendidikan agar lebih maju. Tanggung jawab itu ada di pundak kita, di pundak anak-anak dan generasi penerus kita,” ungkap Muzayyin dalam sambutannya.

Menanamkan karakter cerdas dan berjiwa qur’ani menjadi poin penting. Apalagi saat ini, kata Muzayyin, pendidikan agama masih dipandang sebagai pendidikan alternatif. Olehnya itu, lanjutnya lagi, sudah menjadi tugas bersama untuk menjadikan pendidikan agama sebagai pendidikan yang utama.

“Itulah yang kami terus dorong dalam lingkup pendidikan di SPIDI dan SADIQ. Kita terus menjalankan program transformasi untuk mengantar pendidikan kita menjadi rujukan masyarakat,” jelas Muzayyin.

Wisuda SPIDI-SADIQ juga dihadiri oleh Pembina Pesantren Darul Istiqamah, KH. M. Arif Marzuki Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Totok Imam Santoso, Bupati Kabupaten Maros yang diwakili oleh Staf Ahli, Prayipno.

Comment