MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Operasi bedah jantung tidak perlu ke luar Negeri, di Rumah Sakit Premiere Bintaro Jakarta pun bisa. Menurut dr. Sugisman, Sp.BTKV(K) Konsultan Bedah Jantung Dewasa, justru dokter di Indonesia itu lebih ‘jago’
“Alasannya, karena kasus kesehatan di Indonesia lebih banyak dan bermacam-macam sehingga pengalaman penanganannya lebih banyak dari dokter luar negeri seperti di malaysia atau singapore” ujar dokter ahli bedah jantung kelahiran Majene, Sulawesi Barat ini dalam media tour 2025 Health Talk soal “Perkembangan Bedah Jantung Terkini”, Sabtu, 27 September 2025, di hotel Hyyat Place Makassar.
Lebih lanjut, dokter lulusan Universitas Indonesia (UI) berdarah Bugis Mandar ini mengungkapkan kalau bicara harga malah akan lebih mahal bila ke luar negeri. Bedanya paling hanyalah masalah service. Tapi saat ini sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang berkonsep rumah sakit wisata medis seperti RS Premiere Bintaro.
Marketing Manager RS Premier Bintaro, Chintami Handayani Passat menjelaskan, dalam tour ke beberapa kota besar di Indonesia, RS Premire yang sudah berstandar akreditasi internasional telah punya konsep wisata medis.
“Melalui kegiatan ini kami juga ingin memperkenalkan layanan unggulan RS Premier Bintaro di mana salah satunya adalah Heart Centre yang diresmikan pada Januari 2025,” ucap Chintami Handayani Passat.
Beberapa layanan RS. Premiere Bintaro sebagai wisata medis yang tak kalah dengan luar negeri adalah layanan jemput di bandara, dan membantu pasien dan keluarga pasien untuk mendapatkan hotel disekitar Bintaro serta fasilitas mewah yang disediakan rumah sakit.
Lebih jauh dr Sugisman juga mengungkapkan saat ini literasi kesehatan masyarakat sudah mulai meningkat dibuktikan dengan perhatian pada kesehatan dengan aktivitas olahraga yang menjadi gaya hidup. Namun hal ini perlu dilakukan edukasi yang benar termasuk momok terkait operasi bedah jantung.
Menurut dr Sugisman, banyak dari penderita penyakit jantung justru enggan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan berbagai alasan. Padahal, dengan menunda penindakan lebih lanjut, sama halnya dengan mengurangi kualitas hidupnya.
“Padahal, tujuan penindakan itu adalah menaikkan quality of life (kualitas hidup), agar bisa beraktivitas lebih aktif. Ini yang harus ditanamkan. Karena, pasti ada yang berfikir ‘ah saya tidak mau bepergian jauh, naik motor, dan sebagainya, nanti serangan jantung’. Padahal, penyakit itulah yang harus diangkat, sehingga tidak ada lagi batasan beraktivitas,” sebut dokter yang mengaku setiap minggu ia melakukan operasi bedah jantung di berbagai daerah di Indonesia ini.
Lebih jauh salah satu dari sedikit dokter ahli bedah jantung ini, mengajak untuk lebih peduli pada kesehatan jantung. Karena penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Data Kementerian Kesehatan, 1,5 juta orang di Indonesia menderita penyakit jantung koroner.(#)


Comment