Kader PDIP Risfayanti Maju di Pilwalkot Makassar 2024

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Keseriusan Risfayanti Muin maju untuk pada Pilkada Kota Makassar ditandai dengan mengantar langsung formulir pendaftarannya di Kantor DPC PDI Perjuangan Jl. Serigala No. 86 Makassar, Ahad 19 Mei 2024.

Risfa yang juga Srikandi Banteng DPRD Sulsel menyampaikan keinginannya untuk maju pada Pilkada Kota Makassar sebagai bagian trias dinamika partai, dimana salah satunya adalah penempatan kader di legislatif maupun di eksekutif.

“Sekarang ini saya telah menjalankan fungsi penempatan di legislatif, dan insyaallah akan melaksanakan fungsi Trias Dinamika yang lain di eksekutif jika partai perintahkan nantinya,” ujar Risfa dihadapan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Makassar.

“Kita akan melanjutkan pembangunan Kota Makassar dengan konsep keberlanjutan, karena sekarang ini Wali Kota Makassar Pak Moh. Ramdhan Pomanto dipimpin oleh kader kita yang telah banyak melakukan terobosan dan konsep pembangunan yang jelas dan telah dinikmati oleh warga Makassar,”lanjut dia.

Menurutnya, konsep Wali Kota Danny Pomanto dua kali tambah baik maka kedepan akan dijadikan Makassar tiga kali tambah baik lagi. Meskipun dia ini pengurus DPD Partai tapi tetap mengikuti proses tahapan di tingkatan DPC Partai, DPD sampai DPP Partai

Karena baik internal maupun eksternal partai yang mendaftar di PDI Perjuangan akan diberikan perlakukan sama dengan pendaftar dari eksternal.

Kedatangan anggota DPRD Provinsi Sulsel ini diterima langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Makassar Hj. A. Suhada Sappaile, Sekretaris Mesakh Raymond Rantepadang, Bendahara A. Nabila, Ketua Tim Penjaringan Raisuljaiz, hadir pula Pengurus DPC lainnya seperti dr. Fadli Ananda, Ais Sakar, A. Risma P Sultan, serta beberapa Pengurus PAC Kota Makassar.

Sementara turut mendampingi Risfayanti Muin, hadir Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel A. Wilda Pabokori, Ketua Rampak Sarinah Asmaeni Asis bersama anggota Rampak Sarinah lainnya, beberapa Pengurus DPD BMI dan TMP Sulsel, dan beberapa aktivis mahasiswa dan buruh.

Comment