Januari 2024, Jumlah Rekening Investasi Capai 432.029 Rekening, Terbanyak Produk Reksadana 

Kepala Kantor OJK Sulselbar, Darwisman memaparkan kinerja perbankan pada journalist update di Kafe The Foreigh Jalan Dr Sutomo, Selasa 26 Maret 2024.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat Perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan posisi Januari 2024 juga menunjukkan kinerja positif pada beberapa industri.

Kinerja dana pensiun misalnya, mampu tumbuh positif, tercermin dari total aset yang tumbuh 20,84 persen yoy menjadi Rp1,55 triliun.

Demikian dipaparkan, Kepala Kantor OJK Sulselbar, Darwisman disela-sela journalist update di Kafe The Foreigh Jalan Dr Sutomo, Selasa 26 Maret 2024.

Sementara jumlah rekening investasi lanjutnya,  posisi Januari 2024 mencapai 432.029 rekening dengan porsi terbesar pada produk rekening reksadana sebanyak 312.304 rekening.

Untuk rekening saham tercatat 104.395 rekening dan SBN 15.330 rekening. Adapun nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan sampai dengan Januari 2024 sebesar Rp1,87 triliun.

Begitu pula dengan piutang yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan yang tumbuh 13,69 persen yoy menjadi Rp17,72 triliun, pembiayaan modal ventura tumbuh 8,10 persen yoy menjadi Rp389 miliar, pinjaman yang disalurkan pegadaian juga tumbuh sebesar 29,61 persen yoy menjadi Rp5,95 triliun.

Namun pada perusahaan penjaminan terdapat kontraksi total penjaminan sebesar -1.35 persen yoy menjadi Rp706 miliar.

Selain itu, kata Darwisman fintech peer to peer lending (Fintech P2PL) di Sulawesi Selatan juga mencatatkan kinerja positif yang tercermin dari peningkatan jumlah outstanding pinjaman yang tumbuh sebesar 16,46 persen yoy menjadi Rp1,18 triliun dengan tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 1,79 persen di tengah penurunan jumlah rekening sebesar -3.62 persen menjadi 375.467 rekening.

Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Januari 2024 tumbuh 10,03 persen yoy dengan nominal mencapai Rp189,76 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp186,11 triliun dan aset BPR Rp3,65 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,12 persen yoy dengan nominal mencapai Rp126,85 triliun. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh tinggi sebesar 13,26 persen yoy dengan nominal mencapai Rp156,69 triliun.(***)

Comment