Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Muhammad Fauzi Berharap Mitra Kerjanya di Komisi V Fokus Dengan Hal Ini

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Terkait dengan persiapan arus mudik ramadan dan lebaran tahun 2024, Komisi V DPR RI berharap mitra kerjanya di komisi yang membidangi perhubungan untuk memperhatikan hal ini.Yaitu meminimalisir terjadinya kecelakaan, menyediakan rest area yang lebih banyak, dan memperbaiki jalan yang rusak.

Kemudian, memperhatikan rambu jalan yang masih minim, mengakomodir pengguna penyandang disabilitas baik di terminal, pelabuhan dan bandara itu harus juga diperhatikan.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi pada Rabu 24 Januari 2024.

“Kebetulan saya di Komisi V yang mempunyai patner kerja kementerian perhubungan, PUPR, BMKG dan Bazarnas yang sudah pasti dua kementerian dan dua badan ini menjadi suatu hal yang sangat dominan dalam rangka untuk menyambut idul fitri dan kegiatan-kegiatan besar keagamaan lainnya. Seperti natal dan tahun baru kemarin,”ujar Bang Fauzi-sapaan Muhammad Fauzi.

Dijelaskan, evaluasi RDP kemarin untuk natal dan tahun baru menjadi pegangan terakhir dalam tangka menyambut lebaran ini, terutama dalam hal rest area di jalan-jalan tol ataupun diluar jalan tol harus diperbayak.

Karena tidak mungkin juga rest area itu waktunya ditentukan, misalnya setiap pengguna rest area hanya satu jam, bagaimana kita menentukan orang tidur bisa hanya satu jam, inikan sulit.

Nah, jalan keluarnya adalah memperbanyak rest area. Kemudian fasilitas lain rambu-rambu lalulintas juga harus diperbanyak.

“Kemudian juga jalan menjadi suatu hal yang sangat penting, kondisi jalan yang akan dilalui ini juga masih ada waktu harus diperbaiki, terutama di sulsel juga masih banyak jalan-jalan yang memang perlu diperbaiki,”ucapnya.

Kemudian juga lintasan kereta api juga menjadi penting, jalan-jalan pertemuan antara kereta api dan kendaraan mobil itu apa palang pintu kereta api kemudian jalan pertemuan itu kalau bisa diperluas.

“Jangan kesannya pas dititik rawan kita anggap, jalan kereta dengan mobil bertemu itu kok makin kecil, harus nya kan makin besar,”tutur politisi dari Partai Golkar ini.

Kemudian fasilitas transportasi baik di terminal, pelabuhan dan bandara itu harus juga diperhatikan harus lebih manusiawi dan juga mengakomodir pengguna fasilitas tersebut penyandang disabilitas.

“Sehingga siapa pun yang menggunakan itu ada porsinya, ya kalau pesawat kurangi delay lah, harus tegas perhubungan ini masalah delay dan kalau bisa juga tiket jangan terlalu tinggi untuk semua jenis transportasi. Karena kondisi ekonomi kita juga kan masih dalam rangka penyesuaian akibat covid ini,”katanya.

“Kalau ini hal-hal sudah dilakukan, paling tidak berdampak meminimalisir resiko, pemerintah saya pikir sudah hadir ditengah-tengah masyarakat dalam rangka menyambut idul fitri,”sambungnya.

Comment