Penyaluran Kredit Perbankan Sulampua Tumbuh 8,79 Persen

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Darwisman.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua atau Sulampua menunjukkan kinerja positif dan stabilitas yang terjaga.

Pertumbuhan ini pun terjadi di tengah perekonomian dunia yang sedang menghadapi tantangan perlambatan. Pertumbuhan positif ini terlihat dari kinerja yang solid di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB).

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Darwisman menyebutkan, pada posisi Agustus 2024, Kantor OJK Provinsi Sulselbar mencatatkan kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua yang tumbuh secara year on year (yoy).

Dimana pada total aset tumbuh 5,65 persen mencapai Rp534 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,55 persen mencapai Rp339 triliun, dan penyaluran kredit tumbuh 8,79 persen mencapai Rp424 triliun.

“Stabilitas sektor jasa keuangan di Sulampua turut didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), khususnya penurunan suku bunga yang memberikan ruang bagi perbankan dan lembaga keuangan untuk meningkatkan penyaluran kredit, yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi,” jelasnya, dalam keterangannya, Selasa, (08/10/2024).

Adapun tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,97 persen dengan Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 2,55 persen.

Pada sektor pasar modal, terdapat pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang signifikan di wilayah Sulampua pada posisi Juli 2024 yaitu sebesar 38,39 persen (yoy) atau mencapai 904.514 SID.

“Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap investasi di pasar modal tetap terjaga. Instrumen investasi masih didominasi oleh Reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi,” kata Darwisman.(***)

Comment