Satgas OJK Telah Menghentikan 1.339 Entitas Keuangan Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Januari hingga 31 Agustus 2023 telah menerima 198.828 permintaan layanan. Permintaan ini adalah bagian perlindungan konsumen OJK.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Januari hingga 31 Agustus 2023 telah menerima 198.828 permintaan layanan. Permintaan ini adalah bagian perlindugan konsumen OJK.

Dari 198.828 permintaan layanan, 14.374 di antaranya adalah pengaduan. 40 pengaduan berindikasi pelanggaran dan 1.466 sengketa yang masuk ke dalam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK)

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, dari pengaduan tersebut, sebanyak 6.693 merupakan pengaduan sektor perbankan, 3.475 merupakan pengaduan industri financial technology.

“Sebanyak 2.793 merupakan pengaduan industri perusahaan pembiayaan, 1.147 merupakan pengaduan industri asuransi serta sisanya merupakan layanan sektor pasar modal dan IKNB lainnya,” jelas Mahendra.

Mahendra menjelaskan, Terkait dengan pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan, baik yang berindikasi sengketa maupun yang tergolong indikasi pelanggaran.

Kata Mahendra, kini sudah 12.212 pengaduan (84,96 persen) yang terselesaikan penanganannya melalui proses Internal Dispute Resolution oleh PUJK. Kemudian, 2.162 pengaduan (15,04 persen) sedang dalam proses penyelesaian.

Selanjutnya, untuk pemberantasan pinjaman online ilegal dan investasi ilegal, OJK bersama seluruh anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Waspada Investasi/SWI) dari 12 Kementerian/Lembaga meningkatkan koordinasi dalam penanganan investasi dan pinjaman online ilegal.

“Sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2023, Satgas telah menghentikan 1.339 entitas keuangan ilegal. Terdiri dari 18 entitas investasi ilegal dan 1.321 entitas pinjaman online ilegal. Peningkatan signifikan terjadi pada penghentian entitas pinjaman online ilegal sebanyak 737 entitas pinjaman online ilegal pada bulan Agustus 2023,” ujar Mahendra.(***)

Comment