IAS Jadwalkan Golkar Sulsel Roadshow ke Sejumlah Daerah

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: true; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;

‎MAKASSRA, DJOURNALIST.com – Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dijadwalkan menggelar roadshow ke daerah-daerah. Konsolidasi IAS bakal digelar setelah 5 kepala daerah di Sulsel gabung Gerindra.
‎
‎Kunjungan ke daerah digelar selama 5 hari mulai Senin-Jumat 10-14 Agustus 2026. Kegiatan ini dijadwalkan usai IAS bertemu dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
‎
‎“Konsolidasi arahan pak ketum. Tidak dipanggil, cuma menghadap. Namanya ketua kalau sudah terpilih menghadap dulu,” ujar Politikus Golkar Sulsel Rahman Pina dalam rekaman wawancara, Sabtu (8/8/2026).
‎
‎Selain silaturahmi dan konsolidasi, agenda ini juga akan membahas agenda partai. IAS juga disebut akan menyampaikan arahan dari Ketum Bahlil kepada pengurus di daerah.
‎
‎Meski SK kepengurusan DPD I Golkar Sulsel belum rampung, kata Rahman Pina, hal itu tidak menghalangi IAS untuk konsolidasi lebih awal
‎
‎“Di partai tidak seperti kepala daerah harus menunggu SK baru bisa bergerak. Kalau di partai kan meski secara resmi pengurusnya belum lengkap sudah bisa jalan,” jelasnya.
‎
‎Para anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel dipastikan akan ikut rombongan mendampingi IAS keliling daerah. Konsolidasi tiap daerah yang dikunjungi akan dihadiri anggota fraksi, pengurus DPD II dan pimpinan ranting.
‎
‎“Yang fix semua anggota fraksi dari masing-masing dapil yang akan dikunjungi. Kalau kader-kader lain, karena belum ada pengurus, semua boleh ikut, menyesuaikan,” ungkapnya
‎
‎“Nanti dalam pertemuan-pertemuan itu pasti diundang anggota fraksi Golkar kemudian ketua Golkar kabupaten dan kecamatan, desa hingga kelurahan,” sambungnya.
‎
‎Rahman Pina mengklaim roadshow Golkar tidak ada kaitannya usai 5 kepala daerah atau bupati jadi ketua DPC Gerindra.
‎
‎“Kan tidak ada kader Golkar di situ (pindah). Masing-masing partai punya agenda sendiri, tidak ada korelasi antara partai satu dengan yang lain. Inikan jelang tahun politik, masing-masing partai bergerak. Tidak ada urusan dengan partai lain, kita juga bergerak dengan cara kita,” jelasnya. (**)
‎

Comment